Jumat, 22 Juli 2011

Menteri Dalam Negeri BEM FMIPA ITS 2010 - 2011 = TEKANAN

Assalamu alaikum wr. wb.

kembali lagi bersama saya para pencinta blogger,,,
saya akan sedikit curhat tentang apa yang saya rasakan selama 1 tahun menjabat sebagai Menteri Dalam Negeri (MENDAGRI) BEM FMIPA ITS 2010 - 2011.

Pada saat awal saya ditunjuk sebagai MENDAGRI, saya merasa jabatan itu merupakan suatu titik awal karir gemilang sebagai seorang mahasiswa di lingkungan FMIPA ITS. Hal tersebut saya rasakan karena ketika saya mencalonkan diri sebagai Ketua HIMABITS 2010-2011 (KAHIMABITS 2010-2011) kurang beruntung karena kalah dalam pemungutan suara. Oleh karenanya ketika tawaran sebagai MENDAGRI BEM FMIPA ITS datang pada saya, saya meminta izin kepada KAHIMABITS terpilih untuk mengizinkan saya kembali ke BEM FMIPA. KAHIMABITS pun dengan berat hati melepaskan saya ke BEM FMIPA untuk berbagi kader. Apa tang saya tulis diatas merupakan suatu latar belakang serba-serbi saya dalam memilih BEM FMIPA sebagai organisasi yang saya pilih selama 1 tahun pengabdianku di Organisasi Kemahasiswaan (ORMAWA) di lingkup ITS pada tahun ketigaku di ITS.

Setelah saya secara resmi menerima tawaran sebagai MENDAGRI BEM FMIPA ITS 2010-2011, saya memulai rutinitas kegiatan layaknya seorang menteri pada awal kepengurusan suatu organisasi. Layaknya seorang menteri pada umumnya, saya mulai merancang Program Kerja (PROKER) yang akan dijalankan selama 1 periode kepengurusan DAGRI BEM FMIPA. Pada awal saya menjabat, saya merasakan enjoy-enjoy saja. Akan tetapi lambat laun saya mulai menghadapi beberapa permasalahan yang saya sendiri tidak tahu darimana akar permasalahan itu. Ditambah lagi ada tekanan dari segelintir rakyat (warga) FMIPA yang merasa bahwa dirinya kritis akan dinamika yang terjadi di BEM FMIPA. Masalah yang datang silih berganti, mulai dari masalah intern maupun ekstern BEM FMIPA.

Singkat cerita, sekarang sudah memasuki diakhir kepengurusan BEM FMIPA ITS. Kabar akan dilaksanakannya Kongres FMIPA pun belum jelas kapan. Banyak hal dan pengalaman yang saya dapatkan selama 1 tahun di BEM FMIPA tahun ini. Semoga diakhir kepengurusan ini dapat berjalan lancar. AMIIIN.....

Semoga sedikit curhatanku ini tidak mengurangi semangatku dalam menjalani sisa waktu kepengurusan BEM FMIPA. AMIIIN.....

DAGRI.....
INTEGRITAS DIATAS SEGALANYA.....


SALIM
1508 100 703
Menteri Dalam Negeri BEM FMIPA ITS 2010 - 2011

Jumat, 24 Juni 2011

Menjelang pulkam 2011

hay hay hay semua penggemar blogger.....
berjumpa lagi dengan saya....
Kali ini saya tiddk akan menulis artikel-artikel tentang mahasiswa dan hal-hal yang berbau gerakan mahasiswa.....
Kali ini saya akan sedikit memberikan curahan hatiku tentang apa yang saya rasakan menjelang kepulanganku ke kampung halaman di kota Palu, Sulawesi Tengah.
Dalam rencana kepulanganku tahun ini saya tidak sama dengan tahun-tahun sebelumnya. Tahun ini saya pulang kampung tidak hanya dalam rangka liburan tetapi juga ada agenda akademik yang harus saya laksanakan di kampung halamanku tercinta, yaitu menjalankan Kerja Praktek (KP) demi menuntaskan salah satu syarat dalam menyelesaikan beban SKS pada tahap Sarjana di Jurusan Biologi FMIPA Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya. Tahun ini saya melaksanakan Kerja Praktek di Dinas Kelautan Perikanan (DKP) Propinsi Sulawesi Tengah yang beralamat di jl. Undata No.7 Palu yang tepatnya berada di belakang Rumah Sakit Undata Palu. Alasan utama saya memilih DKP SULTENG sebagai tempat KP saya adalah karena saya bisa sekalian pulang kampung dan bertemu melepas kangen dengan kedua orang tuaku. Dan juga saya berpendapat bahwa kalau saya memilih tempat KP yang lain saya akan terbentur fasilitas-fasilitas penunjang dalam pelaksanaan KP. Yang saya maksud fasilitas pendukung disini adalah fasilitas seperti tempat tinggal, transportasi, uang, kebutuhan makan dan lain-lain lagi. Mengingat saya memulai KP dari tanggal 7 Juli 2011 yang akan dilakukan selama 1 bulan sampai tanggal 7 Agustus 2011. Mengingat bahwa tanggal 7 Agustus 2011 itu sudah masuk bulan Ramadhan (bulan puasa). Oleh karenanya saya memutuskan untuk melakukan KP di kampung halaman sendiri, karena kalau di kampung halaman sendiri insyaALLAH segala fasilitas penunjang tersebut dapat terpenuhi oleh kedua orang tuaku. Maklum lah kan saya belum sepenuhnya lepas biaya hidup dari kedua orang tua, masih mengharapkan sokongan dana dari kedua orang tua.

Salim
1508 100 703
Menteri Dalam Negeri BEM FMIPA ITS 2010/2011

Selasa, 17 Mei 2011

Knowledge-Based Student Movement

Sebagai seorang yang mengaku sebagai insan akademis, mahasiswa berada pada posisi untuk mempertanggungjawabkan kata “akademis” yang melekatnya padanya. Kata akademis ini dekat dengan sesuatu yang berdasarkan data, fakta dan kebenaran ilmiah. Dengan kata lain, mahasiswa dituntut untuk memiliki cara pikir, kebijaksanaan dan perilaku yang menggambarkan bahwa dirinya adalah seorang yang memang insan akademis. Kata Mahasiswa pun sejatinya dekat dengan semangat untuk menuntut ilmu, sehingga tak dapat di pungkiri lagi bahwa mahasiswa harus mampu membuktikan kapasitasnya dalam ekspresi dan aktualisasi ilmu pengetahuan.
Begitu pula dalam hal pergerakannya, baik dalam gerakan politik maupun sosial. Ilmu pengetahuan tidak bisa dilepaskan begitu saja. Mahasiswa bergerak dengan kebenaran ilmiah yang di dilandasi dengan nurani untuk membela rakyat. Gerakan mahasiswa tidak bisa lagi hanya sekedar gerakan spontan, melainkan menjadi gerakan terencana dan terukur. Dengan itu mahasiswa tidak akan terkesan sekedar menjadi “latah opini” tetapi justru sebagai ahli rekayasa opini.
Knowledge-based movement, dimana gerakan yang dilakukan mahasiswa berbasis ilmu pengetahuan, intelektualitas dan basis kompetensi. Knowledge ini kemudian di transformasikan menjadi sebuah gerakan yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat dan advokasi kebijakan publik. Knowledge-based movement ini bergerak dengan mengandalkan tiga modal utama, yakni modal manusia, modal struktur, dan modal jaringan.
Modal manusia sangat berperan dalam menggunakan knowledge itu sendiri. Gerakan mahasiswa tak bisa di pungkiri terdiri dari insan manusia yang memiliki ilmu pengetahuan dan kompetensi. Selain itu mahasiswa juga memiliki kemampuan khusus yang spesifik dan juga sofskill yang diharapkan mampu mendukung gerakan seperti kemapuan lobi, memimpin, entrepreneur, manajerial, dan bidang-bidang lain sesuai dengan kompetensi disiplin ilmu masing-masing. Terakhir, sebagai bentuk keluaran dari pengetahuan yang dimiliki oleh mahasiswa, perilaku yang dimiliki juga mencerminkan seorang yang berkarakter, seperti jujur, tanggung jawab, visioner, disiplin, ulet dan memiliki daya juang. Modal manusia adalah modal terbesar yang perlu dimiliki gerakan mahasiswa yang berbasis pengetahuan. Untuk itulah dibutuhkan pembinaan yang terstruktur dan berkelanjutan. Pembinaan antar generasi ini perlu di dukung dengan knowledge management yang baik. Sehingga proses transfer pengetahuan dan pengalaman bisa terjalin dengan baik.
Modal kedua adalah modal struktural atau yang terkait dengan institusi atau organisasi mahasiswa  itu sendiri. Bentuk dari organisasis sangat mungkin bervariasi. Namun demikian organisasi yang berbasiskan pengetahuan tentu memiliki keluaran organisasi yang jelas dan mampu dipertanggung jawabkan. Untuk itu pengetahuan yang dimiliki oleh sebuah organisasi -baik itu yang masih dalam bentuk kajian atau sudah merupakan kesimpulan- perlu untuk di publikasi secara berkala untuk proses diseminasi pengetahuan yang dimiliki oleh organisasi tersebut. Bentuk publikasi bisa dalam bentuk tulisan di media, jurnal, karya tulis, atau seminar terbuka.  Sistem di dalam organisasi pun perlu dikembangkan dengan  profesionalitas, pengelolaan sistem informasi yang handal dan skema entrepreneurship dalam pengembangan organisasi. Budaya pengetahuan ini juga bisa dicerminkan oleh organisasi, dimana nilai disiplin, saling menghormati, kerjasama dan menjunjung etika menjadi budaya yang terinternalisasi dengan baik di dalam organisasi.
Modal terakhir adalah modal jaringan. Di masa globalisasi seperti saat ini, pihak yang memiliki jaringan yang kuat akan memenangi persaingan. Gerakan mahasiswa juga bertumpu pada jaringan yang kuat. Jaringan ini bisa dalam bentuk kerjasama, kemitraan, pertukatan informasi dan pengetahuan, dan undangan untuk menghadiri pertemuan atau seminar. Jaringan yang dimiliki tentu dengan berbagai skala, baik lokal, regional, nasional dan internasional. Kekuatan  jaringan ini akan memberikan reputasi atau pengakuan berbagai pihak. Tentu hal ini menjadi modal besar untuk meningkatkan posisi tawar gerakan mahasiswa. Terakhir, bagaimana dengan jaringan yang dimiliki, gerakan mahasiswa mampu memanfaatkan potensi yang dimiliki oleh relasi jaringannya.
Ketiga modal ini menjadi kebutuhan yang perlu di penuhi untuk mengoptimalkan gerakanberbasis pengetahuan. Dengan adanya modal-modal ini gerakan mahasiswa akan menemui performansi yang baik dalam melakukan ekskalasi.

Salim
1508 100 703
Menteri Dalam Negeri BEM FMIPA ITS 2010-2011

Rabu, 20 April 2011

Rektor Yang Sinergis Dan Mencintai Mahasiswa

Terpilihnya Prof. Dr. Ir. Triyogi Yuwono sebagai Rektor ITS 2011-2015 adalah satu fase dari perubahan ITs kedepannya. Baik atau tidaknya perubahan akan sangat ditentukan dengan sejauh mana perencanaan yang dilakukan dan kolaborasi potensi seperti apa yang akan dilakukan untuk mencapai tujuan yang di inginkan.  Keluarga Mahasiswa ITS adalah satu identitas kemahasiswaan yang berada dalam satu payung ITS. Dimana Keluarga Mahasiswa ITS adalah bagian dari keluarga besar ITS itu sendiri, dan Keluarga Mahasiswa ITS  menjadi bagian yang sangat penting pula dalam membangun ITS menjadi Institusi yang lebih baik. Dalam konteks yang lebih detail adalah bagian kemahasiswaan itu sendiri.
Berbicara tentang hubungan kedepannya, hubungan yang diharapkan antara institusi dengan kemahasiswaan bersifat interdependensi  yakni adanya hubungan kemitraan yang saling membutuhkan dan saling menguntungkan. Sehingga tidak ada lagi istilah pihak rektorat dan pihak mahasiswa  dalam istilah komunikasi yang dijalankan antara institusi dengan mahasiswa. Semua harus berkolaborasi dan memainkan nada nada harmonis agar semua tujuan bisa bergerak dengan baik. Harapan besar dengan adanya masukan ini akan menjadi sebuah hal yang bermanfaat bagi kemahasiswaan ITS kedepan, dan ITS kedepan yang lebih baik yang harmonis dan progresif.
Hubungan yang harmonis akan menumbuhkan satu kolaborasi potensi yang menunjang pembangunan dan pengembangan ITS. Karena kita keluarga, bisa jadi ini menjadi satu jargon yang bisa kita implementasikan bersama bahwa rektorat adalah ayah dan ibu bagi para mahasiswa yang merupakan anak bagi mereka. Ini satu pandangan yang ingin kita bangun bersama sehingga koordinasi yang bersifat kekeluargaan bisa dilakukan dan ini akan menjadi satu bentuk komunikasi yang sangat diharapkan oleh mahasiswa, yakni dengan cara kekeluargaan. Secara kultural memang ini menjadi kebutuhan mahasiswa.
Secara struktural mahasiswa mengharapkan adanya sosok “bapak” yang mampu mengayomi mahasiswa dengan baik, konteks mengayomi disini adalah bagaimana sosok “bapak” ini mampu membimbing, mengarahkan, menginspirasi dan memberikan panduan akan bagaimana kemahasiswaan yang diinginkan bersama.
Visi besar tentang ITS pun diharapkan mampu disampaikan oleh Rektor terpilih kepada mahasiswa dengan baik, karena bagaimanapun mahasiswa harus terlibat dalam pembangunan ITS, mahasiswa berperan sebagai subjek maupun objek dalam pembangunan itu sendiri. Oleh karena itu, sangat besar harapan nantinya ada pertemuan seperti rektor menyapa  untuk menginternalisasi visi beliau tentang ITS  yang di dalamnya juga tentang kemahasiswaan ITS.
Rektor diharapkan mampu memahami mahasiswa dengan segala karakter mahasiswa yang merekat di dalam diri mahasiswa itu sendiri. Rektor juga diharapkan bisa bersinergi dalam konteks melibatkan mahasiswa dalam program maupun kebijakan yang terkait dengan mahasiswa maupun pembangunan institusi itu sendiri. Selain itu besar harapan juga tidak ada mental blocking antara rektor dengan mahasiswa. Sehingga ia benar benar bisa menjadi sosok ayah bagi para mahasiswa yang melindungi, mengayomi dan membimbing mahasiswa dengan sepenuh cinta.
Tantangan ITS kedepan sangat besar, transformasi ITS BHMN ke ITS BHP, kebutuhan pemenuhan dana ITS yang semakin besar, tantangan world class university, hingga harapan besar ITS untuk bisa menjawab permasalahan bangsa. Sehingga kolaborasi antara institusi dengan mahasiswa sangat dibutuhkan untuk mewujudkan mimpi besar tersebut.
Selamat berjuang Prof. Dr. Ir. Triyogi Yuwono, semoga perjuangan bapak untuk menjadikan ITS yang lebih baik dapat terwujud dalam kurun periodisasi bapak hingga 2015.  Bersinarlah ITS dengan Romantika Nusantara untuk Merangkai Senyum Indonesia.

Vivat ITS
Hidup ITS, Hidup ITS, Hidup ITS
MERDEKA !

Salim
1508 100 703
Menteri Dalam Negeri BEM FMIPA ITS 2010-2011

Sabtu, 09 April 2011

Pantai Pertama di Dunia Khusus Untuk Wanita Muslim

 Untuk pertama kalinya kaum Muslim di Italia akan memiliki hari libur yang secara khusus didesain untuk menandai akhir bulan suci Ramadhan. Riccione, kota yang terletak di tepi pantai Adriatic, akan menjadi kota Italia pertama yang menjadi tuan rumah bagi Muslim Italia dan asing yang ingin merayakan minggu terakhir festival Islami ini.
Stefano Giuliodori, manajer Hotel Dory, mengatakan pada Adnkronos International (AKI) bahwa hotelnya telah menjadi sangat populer di kalangan Muslim dan ingin berbuat lebih untuk memenuhi kebutuhan mereka.
“Semakin banyak keluarga Arab dan Muslim yang telah memilih kota kami dari tahun ke tahun,” ujar Giuliodori. “Mereka menyukai tempat perbelanjaannya, pantai-pantai yang khusus dipesan untuk mereka, hiburan, keramahan, dan taman-tamannya.”
“Hotel Dory adalah salah satu hotel keluarga pertama di kota ini yang menawarkan layanan istimewa didedikasikan untuk anak-anak dan untuk alasan ini kami telah memutuskan untuk menawarkan promosi khusus bagi keluarga-keluarga Arab agar para orangtua dapat menikmati liburan mereka dengan tetap menghormati Ramadhan.”
Untuk menggabungkan ketentuan dalam ajaran Islam dengan masa liburan, Giuliodori telah membuat sebuah tawaran istimewa yang cocok untuk kebutuhan kaum Muslim.
“Kami menawarkan layanan khusus: kamar dengan perlengkapan dapur yang memungkinkan keluarga untuk makan dengan tenang, kanal televisi Arab, layanan antar jemput ke Masjid Rimini terdekat, susu dan kurma di minibar setiap hari.”
Paket liburan Ramadhan yang diaplikasikan mulai tanggal 12 hingga 19 September ini telah mendapat persetujuan dari Masjid Rimini yang juga telah mempersiapkan diri menyambut kedatangan para keluarga tersebut.
“Ini adalah inisiatif yang sangat positif,” ujar juru bicara komunitas Muslim Rimini, Yahya Cavuoti. “Saya yakin ini akan membantu meningkatkan persepsi bahwa kaum Muslim adalah sebuah kehadiran yang normal di Italia karena untuk pertama kalinya mereka dapat memiliki sebuah hari libur yang sesuai Syariah.”
“Hingga kini, tampaknya kaum Muslim tidak memiliki apa pun yang mereka butuhkan untuk pergi berlibur. Kami sangat menghargai apa yang ditunjukkan oleh hotel ini yaitu sensitivitas budaya dan penghormatan terhadap ajaran Islam.”
Ini bukan pertama kalinya Riccione mempertimbangkan sebuah inisiatif untuk memenuhi kebutuhan pasar Muslim.
Dewan kota Riccione, yang terletak 150 kilometer sebelah timur Florence, mempertimbangkan untuk menyediakan pantai-pantai khusus untuk wanita hanya untuk memuaskan permintaan dari wisatawan Arab dan Muslim yang semakin meningkat. Namun sejak didiskusikan pada tahun 2006, telah ada sejumlah permintaan untuk mewujudkan inisiatif itu.
Sementara itu, Associated Press melaporkan bahwa hotel-hotel di Riccione telah siap untuk melaksanakan keputusan kota menciptakan area pantai khusus wanita untuk para wanita Muslim, dengan setidaknya satu pemilik hotel mengatakan pada hari Jumat bahwa sejumlah rencana telah dijalankan untuk membuka area tertutup yang pertama bulan depan.
Attilio Ceni, pemilik Grand Hotel des Bains, mengatakan ia berencana membuka area tertutup pertama mulai bulan September di pantai sepanjang 1000 meter persegi. Ia juga merencanakan sebuah kampanye iklan di televisi Arab Saudi dan Uni Emirat Arab.
Pendukung ide tersebut mengatakan bahwa pantai yang terpisah akan memungkinkan para wanita Muslim untuk menikmati sinar matahari secara privat.

Salim
1508 100 703
Menteri Dalam Negeri BEM FMIPA ITS 2010-2011

Kamis, 31 Maret 2011

Sejarah dan Proses Pembuatan Kiswah (Kain Penutup Ka’bah)

Pada ka’bah kita sering melihat adanya Kiswah (kain/selimut hitam penutup ka’bah). Tujuan dari pemasangan kain itu adalah untuk melindungi dinding ka’bah dari kotoran, debu, serta panas yang dapat membuatnya menjadi rusak. Selain itu kiswah juga berfungsi sebagai hiasan ka’bah.
Menurut sejarah, Ka'bah sudah diberi kiswah sejak zaman Nabi Isma'il AS, putra Nabi Ibrahim AS. Namun tidak ada catatan yang mengisahkan kiswah pada zaman Nabi Isma'il terbuat dari apa dan berwarna apa. Baru pada masa kepemimpinan Raja Himyar Asad Abu Bakar dari Yaman, disebutkan kiswah yang melindungi Ka’bah terbuat dari kain tenun.
Kebijakan Raja Himyar untuk memasang kiswah sesuai tradisi Arab yang berkembang sejak zaman Isma'il AS diikuti oleh para penerusnya. Pada masa Qushay ibnu Kilab, salah seorang leluhur Nabi Muhammad yang terkemuka, pemasangan kiswah pada Ka'bah menjadi tanggung jawab masyarakat Arab dari suku Quraisy.
Nabi Muhammad SAW sendiri juga pernah memerintahkan pembuatan kiswah dari kain yang berasal dari Yaman. Sedangkan empat khalifah penerus Nabi Muhammad SAW yang termasuk dalam Khulafa Al-Rasyidin memerintahkan pembuatan kiswah dari kain benang kapas.
Sementara itu, pada era Kekhalifahan Abbassiyah, Khalifah ke-4 Al-Mahdi memerintahkan supaya kiswah dibuat dari kain sutra Khuz. Pada masa pemerintahannya, kiswah didatangkan dari Mesir dan Yaman.
Menurut catatan sejarah, kiswah tidak selalu berwarna hitam pekat seperti saat ini. Kiswah pertama yang dibuat dari kain tenun dari Yaman justru berwarna merah dan berlajur-lajur. Sedangkan pada masa Khalifah Ma'mun Ar-Rasyid, kiswah dibuat dengan warna dasar putih. Kiswah juga pernah dibuat berwarna hijau atas perintah Khalifah An-Nasir dari Bani Abbasiyah (sekitar abad 16 M) dan kiswah juga pernah dibuat berwarna kuning berdasarkan perintah Muhammad ibnu Sabaktakin.
Penggantian kiswah yang berwarna-warni dari tahun ke tahun, rupanya mengusik benak Khalifah Al-Ma'mun dari Dinasti Abbasiyah, hingga akhirnya diputuskan bahwa sebaiknya warna kiswah itu tetap dari waktu ke waktu yaitu hitam. Hingga saat ini, meskipun kiswah diganti setiap tahun, tetapi warnanya selalu hitam.
Pada era keemasan Islam , tanggung jawab pembuatan maupun pengadaan kiswah selalu dipikul oleh setiap khalifah yang sedang berkuasa di Hijaz, Arab Saudi pada setiap masanya. Meskipun kiswah selalu menjadi tanggung jawab para khalifah, beberapa raja di luar tanah Hijaz pernah menghadiahkan kiswah kepada pemerintah Hijaz.
Dulu, kiswah yang terbuat dari sutra hitam pernah didatangkan dari Mesir yang biayanya diambil dari kas Kerajaan Mesir. Tradisi pengiriman kiswah dari Mesir ini dimulai pada zaman Sultan Sulaiman yang memerintah Mesir pada sekitar tahun 950-an H sampai masa pemerintahan Muhammad Ali Pasya sekitar akhir tahun 1920-an.
Setiap tahun, kiswah-kiswah indah yang dibuat di Mesir itu diantar ke Makkah melewati jalan darat menggunakan tandu indah yang disebut Mahmal. Kiswah beserta hadiah-hadiah lain di dalam Mahmal datang bersamaan dengan rombongan haji dari Mesir yang dikepalai oleh seorang amirul hajj.
Amirul hajj itu ditunjuk secara resmi oleh pemerintah Kerajaan Mesir. Dari Mesir, setelah upacara serah terima, Mahmal yang dikawal tentara Mesir berangkat ke terusan Suez dengan kapal khusus hingga ke pelabuhan Jeddah. Setibanya di Hijaz, Mahmal tersebut diarak dengan upacara sangat meriah menuju ke Mekkah.
Pengiriman kiswah dari Mesir pernah terlambat hingga awal bulan Dzulhijjah. Hal itu terjadi beberapa waktu setelah meletusnya Perang Dunia I. Keterlambatan pengiriman kiswah terjadi akibat suasana yang tidak aman dan kondusif akibat Perang Dunia I.
Melihat situasi yang kurang baik pada saat itu, Raja Ibnu Saud (pendiri Kerajaan Arab Saudi) mengambil keputusan untuk segera membuat kiswah sendiri mengingat pada tanggal 10 Dzulhijjah, kiswah lama harus diganti dengan kiswah yang baru. Usaha tersebut berhasil dengan pendirian perusahaan tenun yang terdapat di Kampung Jiyad, Mekkah.
Setelah Perang Dunia I berakhir, Raja Farouq I dari Mesir kembali mengirimkan kiswah ke tanah Hijaz. Namun melihat berbagai kondisi pada saat itu, pemerintah Kerajaan Arab Saudi dibawah Raja Abdul Aziz Bin Saud memutuskan untuk membuat pabrik kiswah sendiri pada 1931 di Makkah. Hingga akhirnya kiswah dibuat di Arab Saudi hingga saat ini.
Kain kiswah memiliki keunikan dan keunggulan tersendiri. Pintalan-pintalan benang berwarna emas maupun perak bersatu padu merangkai goresan Kalam Ilahi. Kiswah menjadi sangat berharga, bukan hanya karena firman-firman Allah SWT yang suci yang dipintal pada kiswah, tetapi juga karena keindahan dan eksotisme pintalan benang berwarna emas dan perak pada permukaannya.
Perpaduan warna emas dan perak pada kaligrafi yang menghiasi kiswah tersebut memiliki nilai seni yang luar biasa. Sebab pembuatannya membutuhkan skill dan bakat yang luar biasa karena tidak semua orang mampu membuat seni seindah itu. Kiswah merupakan simbol kekuatan, kesederhanaan, juga keagungan.
Proses Pembuatan Kiswah
Kiswah pertama kali dibuat oleh seorang pengrajin bernama Adnan bin Ad dengan bahan baku kulit unta. Namun dalam perkembangannya, kiswah dibuat dari kain sutra. Untuk membuat sebuah kiswah memerlukan 670 kg bahan sutra atau sekitar 600 meter persegi kain sutra yang terdiri dari 47 potong kain. Masing-masing potongan tersebut berukuran panjang 14 meter dan lebar 95 cm.
Ukuran itu sudah disesuaikan untuk menutupi bidang kubus Kabah pada keempat sisinya. Sedangkan untuk hiasan berupa pintalan emas diperlukan 120 kg emas dan beberapa puluh kg perak.
Sejak 1931, kiswah untuk menutupi Kabah diproduksi di sebuah pabrik yang terletak di pinggir kota Mekkah, Arab Saudi. Dalam pabrik tersebut, pembuatan kiswah dilakukan secara moderen dengan menggunakan mesin tenun moderen. Di pabrik kiswah yang areanya seluas 10 hektare itu dipekerjakan sekitar 240 perajin kiswah.
Dalam pabrik tersebut, kiswah dibuat secara massal. Disanalah semuanya disiapkan dari perencanaan, pembuatan gambar prototipe kaligrafi, pencucian benang sutera, perajutan kain dasar, pembuatan benang dari berkilo-kilo emas murni dan perak hingga pada pemintalan kaligrafi dari benang emas maupun perak, lalu penjahitan akhir.
Meskipun kiswah tampak hitam jika dilihat dari luar, namun ternyata bagian dalam kiswah itu berwarna putih. Salah satu kalimat yang tertera dalam pintalan emas kiswah adalah kalimat syahadat, Allah Jalla Jalallah, La Ilaha Illallah, dan Muhammad Rasulullah . Surat Ali Imran: 96, Al-Baqarah :144, surat Al-fatihah, surat Al-Ikhlash terpintal indah dalam benang emas untuk menghiasi kiswah.
Kaligrafi yang digunakan untuk menghias kiswah terdiri dari ayat-ayat yang berhubungan dengan haji dan Kabah juga asma-asma ALLAH yang dimuliakan. Hiasan kaligrafi yang terbuat dari emas dan perak tampak berkilau indah saat terkena cahaya matahari.
Karena menggunakan bahan baku dari benda-benda yang sangat berharga seperti sutra, emas, maupun perak, harga kiswah ini menjadi sangat mahal sekitar Rp 50 miliar.
Sehingga setiap tahun Jawatan Wakaf Kerajaan Arab Saudi harus menyediakan dana sekitar Rp 50 miliar untuk pembuatan kiswah. Menurut sejarah, tradisi penggantian kiswah yang dilakukan setiap tahunnya sudah ada sejak masa Khalifah Al-Mahdi yang merupakan penguasa Dinasti Abbasiyah ke-IV.
Tradisi tersebut bermula ketika, Khalifah al-Mahdi naik haji kemudian penjaga Kabah melapor kepadanya tentang kiswah yang pada saat itu sudah mulai rapuh dan dikhawatirkan akan jatuh. Mendengar laporan yang memprihatinkan itu, Al-Mahdi memerintahkan agar setiap tahun kiswah diganti.
Sejak saat itu, kiswah untuk Ka’bah selalu diganti setiap tahun pada musim haji dan menjadi sebuah tradisi yang harus selalu dijalankan. Dengan demikian tidak ada lagi kiswah yang kondisinya memprihatinkan.
Pasalnya, setiap kiswah hanya memiliki masa pakai Ka’bah selama satu tahun. Bahkan, kiswah bekas dipakai Ka’bah ada yang dipotong-potong kemudian potongan tersebut dijual sebagai penghias rumah maupun kantor.

Salim
1508 100 703
Menteri Dalam Negeri BEM FMIPA ITS 2010-2011