Kamis, 01 Desember 2011

FORM PENDAFTARAN YOUNG LEADERS SUMMIT 2011 ON CHANGING INDONESIA



FORM PENDAFTARAN YOUNG LEADERS SUMMIT 2011
ON CHANGING INDONESIA

BAGIAN B. Pernyataan Pribadi
1.      SILAHKAN TULIS AKTIFITAS APA YANG TERAKHIR KAMU LAKUKAN? (maksimal 200 kata)

Kegiatan terakhir yang saya lakukan adalah mengajar bimbingan belajar bagi masyarakat daerah perkampungan di pinggiran kota Surabaya. Kegiatan tersebut saya lakukan tadi sore selepas sholat ashar. Kegiatan mengajar bimbingan belajar ini saya lakukan secara suka rela tanpa bayaran sedikit pun. Menurut saya kegiatan ini sangat positif sebagai salah satu bentuk pengabdian masyarakat. Saya merasa bahwa apabila saya hanya sekedar menerima ilmu melalui bangku kuliah tanpa membagi ilmu yang saya miliki kepada orang yang membutuhkan bagaikan pohon yang tak berbuah. Saya merasa bahwa ilmu yang miliki tersebut tidak memiliki keberkahan. Saya tidak mau menjadi mahasiswa yang statis, yang hanya berdiam diri tanpa mau tahu akan kebutuhan lingkungannya. Oleh karena itu saya terpikirkan untuk melakukan kegiatan tersebut.


2.      mengapa kamu tertarik untuk mendaftar pada program YLS 2011 ini? (maksimal 200 kata)

Saya yakin dalam mengikuti program ini akan banyak hal yang saya dapatkan. Sejak saya duduk di bangku Madrasah Tsanawiyah (setara SMP) saya sangat senang mengikuti kegiatan-kegiatan yang bersifat leadership (kepemimpinan) dan entrepreneurship. Saya yakin bahwa dalam setiap jiwa individu manusia pasti terdapat jiwa seorang pemimpin. Bangsa Indonesia merupakan bangsa yang multikultural, banyak keberagaman yang terdapat di nusantara Indonesia. Alasan utama saya mengikuti program ini adalah karena saya ingin sukses. Terlepas dari definisi sukses yang relatif untuk tiap orang, makna dari “sukses” tersebut dapat diartikan sebagai suatu kondisi yang nyaman, suatu comfort zone. Saya bermaksud menyatakan bahwa janganlah kita menjadi pemimpin yang selalu mau cari nyaman. Apabila kenyamanan tersebut merupakan motivasi utama kita dalam menjadi seorang pemimpin, maka kita telah mengambil pilihan yang salah, dan kita tidak akan menjadi pemimpin yang baik. Sekiranya kita semua belajar untuk meninggalkan comfort zone sebagai motivasi utama menjadi seorang pemimpin. Everyone want to be a leader. Of course. Namun alangkah baiknya sebelum menjadi pemimpin kita menjadi seorang murid yang baik, yang mau belajar dan memikirkan dengan benar setiap motivasi, beban, dan tujuan kita menjadi seorang pemimpin. Dengan demikian, potensi kita akan keluar sepenuhnya.


3.      APA YANG AKAN KAMU BAWA PADA PROGRAM INI? (maksimal 500 kata) Kamu bisa menjelaskan poin ini dalam bentuk kontribusi, voluntary, peminatan, pengalaman aktifitas organisasi atau kualitas personalmu.

Saya merupakan salah satu mahasiswa jurusan Biologi di ITS Surabaya. Biologi ITS merupakan biologi yang mengarah pada kelautan. Penelitian dan pengembangan yang dilakukan mengarah ke kelautan. Adapun bentuk kontribusi yang ingin saya berikan adalah pemanfaatan wilayah pesisir dan laut. Kontribusi ini bersifat langsung dimana kita mengorganisasikan dan memberdayakan masyarakat pesisir berdasarkan pengembangan Pemanfaatan Kawasan Pesisir dan Laut (PKPL), agar masyarakat pesisir mampu memelihara dan menjaga kelangsungan ekosistem yang terbentuk di kawasan tersebut.
Kegiatan PKPL ini terdiri dari pemanfaatan dan pengelolaan ekosistem mangrove, padang lamun dan terumbu karang. Ketiga ekosistem tersebut merupakan ekosistem utama pendukung di wilayah pesisir. Akan tetapi, kegiatan ini saya fokuskan ke arah ekosistem terumbu karang yaitu suatu program rehabilitasi (pemulihan kembali) ekosistem terumbu karang yang rusak akibat kegiatan masyarakat pesisir seperti penambangan karang menggunakan bahan peledak, pembuangan limbah panas, pengerukan di sekitar terumbu karang, kepariwisataan, penangkapan ikan hias dengan menggunakan bahan beracun maupun bahan peledak.
Semakin meningkatnya pembangunan ekonomi di kawasan pesisir dan laut, semakin meningkat pula ancaman terhadap degradasi ekosistem dan sumberdaya pesisir dan laut seperti eksploitasi lebih, degradasi habitat dan penurunan keanekaragaman hayati. Padahal ekosistem dan sumberdaya pesisir dan laut menjadi tumpuan pembangunan nasional sebagai sumber pertumbuhan baru. Oleh karena itu, untuk dapat mempertahankan dan melindungi keberadaan kualitas ekosistem dan sumberdaya pesisir dan laut yang bernilai ekologis dan ekonomis penting, diperlukan suatu perencanaan dan pengelolaan yang berkelanjutan. Perlindungan terhadap ekosistem dan sumberdaya pesisir dan laut dari berbagai ancaman degradasi merupakan suatu upaya pengelolaan berkelanjutan. Wujud nyata dari upaya berkelanjutan yang dimaksud dapat dilakukan melalui penetapan suatu kawasan konservasi di pesisir dan laut.
Program yang saya bawa ini akan ke daerah asal saya sebagai bentuk cinta dan pengembangan daerah. Dengan latar belakang sebagai anak daerah, saya lebih memiliki sense of belonging dan merasa bertanggung jawab untuk memajukan daerah.


4.   jelaskan bagaimana kamu bisa percaya bahwa kontribusimu dapat membantu dalam menyelesaikan isu global dan membawa perubahan yang lebih baik? (maksimal 500 kata)
Kamu bisa menjelaskan poin ini dalam bentuk desain program, berbagi ide, pengalaman, sumber daya dan jaringan yang kamu punya.

Sebelumnya, saya akan menentukan titik-titik untuk melakukan social project. Pada titik-titik tersebut, pertama-tama saya akan melakukan analisis kebutuhan lapangan (lingkungan) mengenai keadaan sosial ekonomi pada lokasi yang bersangkutan kemudian melakukan need assessment atas kondisi lingkungan yang ada.
Permasalahan mengenai ancaman terhadap ekosistem dan sumberdaya pesisir  sangat memprihatinkan. Berdasarkan dari Pusat Penelitian Oseanografi – LIPI yang bekerjasama dengan LAPAN dengan menggunakan data dari Citra Satelit (Landsat TM) telah menghitung luasan terumbu karang di Indonesia adalah sebesar 19.500 km2. Indonesia mempunyai 14% dari luasan terumbu karang yang ada di dunia. Berdasarkan pengalaman yang saya dapatkan ketika saya melakukan Kerja Praktek di Dinas Kelautan dan Perikanan Propinsi Sulawesi Tengah dan beberapa mata kuliah pendukung di bangku kuliah tentang pentingnya pengelolaan pesisir itu di bagi dua yaitu pengelolaan pesisir secara terpadu dan pengelolaan terpadu sebagai dasar pembangunan berkelanjutan.
Adapun keterpaduan dalam perencanaan dan pengelolaan pesisir ini mencakup empat aspek, yaitu:
  1. Keterpaduan Wilayah/Ekologis. Wilayah pesisir merupakan wilayah pertemuan antara daratan dan lautan. Dengan keterkaitan kawasan tersebut, maka pengelolaan kawasan pesisir tidak terlepas dari pengelolaan lingkungan yang dilakukan di kedua kawasan tersebut.
  2. Keterpaduan Sektor. Keterpaduan sektor ini meliputi keterpaduan secara horizontal (antar sektor) dan keterpaduan secara vertical (dalam satu sektor). Oleh karena itu, penyusunan tata ruang dan panduan pembangunan di kawasan pesisir sangat perlu dilakukan untuk menghindari benturan antara satu kegiatan dengan kegiatan yang lain.
  3. Keterpaduan Disiplin Ilmu. Secara umum, keterpaduan disiplin ilmu dalam pengelolaan ekosistem dan sumberdaya pesisir adalah ilmu-ilmu ekologi, oseanografi, keteknikan, ekonomi, hukum dan sosiologi.
  4. Keterpaduan Stakeholder. Penyusunan perencanaan pengelolaan terpadu harus mampu mengakomodir segenap kepentingan pelaku pembangunan pesisir.
Sedangkan untuk pembangunan terpadu sebagai dasar pembangunan berkelanjutan merupakan suatu strategi pemanfaatan ekosistem alamiah sedemikian rupa, sehingga kapasitas fungsionalnya untuk memberikan manfaat bagi masyarakat pesisir tidak rusak. Secara garis besar konsep pembangunan berkelanjutan memiliki dua dimensi, yaitu:
  1. Dimensi Ekologis. Ketika kita memanfaatkan wilayah pesisir sebagai tempat untuk pembuangan limbah maka harus ada jaminan bahwa jumlah total dari limbah tersebut tidak boleh melebihi kapasitas asimilasinya (assimilative capacity). Dalam hal ini yang dimaksud dengan kapasitas asimilasi adalah kemampuan suatu ekosistem pesisir untuk menerima suatu jumlah limbah tertentu sebelum ada indikasi terjadinya kerusakan lingkungan atau kesehatan yang tidak dapat ditolerir.
  2. Dimensi Sosial-Ekonomi-Budaya. Secara sosial-ekonomi-budaya konsep pembangunan berkelanjutan mensyaratkan, bahwa manfaat (keuntungan) yang diperoleh dari kegiatan penggunaan suatu wilayah pesisir serta sumberdaya alamnya harus diprioritaskan untuk meningkatkan kesejahteraan penduduk sekitar kegiatan (proyek) tersebut, terutama mereka yang ekonomi lemah, guna menjamin kelangsungan pertumbuhan ekonomi wilayah itu sendiri.

5.      gambarkan pengalamanmu sebelumnya dalam melakukan social project atau social entrepreneurship (maksimal 500 kata)
Gambaran yang kamu berikan pada poin ini harus menjelaskan peranmu, gambaran proyeknya, tantangan dan hasilnya.

Social project yang pernah saya lakukan adalah berkontribusi dalam peningkatan mutu pondok pesantren yang diadakan oleh Kementrian Agama (KEMENAG) RI tiap tahunnya.
·         Peranku : Pengajar bimbingan belajar biologi dan pembimbing dalam simulasi praktikum sederhana.
·         Gambaran Proyek : Proyek ini dimulai pada tahun 2008 sampai sekarang. Kegiatan ini merupakan kegiatan tahunan yang diadakan oleh Kementrian Agama (KEMENAG) RI yang dimana kegiatan tesebut melibatkan seluruh mahasiswa penerima  beasiswa yang diberikan oleh Kementrian Agama (KEMENAG) RI di Perguruan Tinggi Negeri seperti ITS Surabaya, UNAIR Surabaya, IAIN Sunan Ampel Surabaya, UGM Yogyakarta, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, IAIN Walisongo Semarang, ITB Bandung, IPB Bogor dan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Sedangkan pada tahun ketambahan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang dan tahun 2010 bertambah lagi UNRAM Mataram. Social project ini bernama “Pembinaan dan Pengabdian PBSB KEMENAG RI”. Target dari kegiatan kami adalah santri, guru dan juga masyarakat sekitar pondok pesantren. Bentuk kegiatan ini disesuaikan dengan disiplin ilmu mahasiswa yang berasal dari masing-masing perguruan tinggi. Untuk mahasiswa dari perguruan tinggi yang umum seperti ITS Surabaya dan sejenisnya diarahkan ke bidang bimbingan belajar, simulasi praktikum sederhana, pelatihan pengelolaan website, pelatihan pembuatan modul pembelajaran multimedia, pemeriksaan kesehatan, pelatihan otomotif, penyuluhan sanitasi dan lain sebagainya. Untuk mahasiswa dari perguruan tinggi agama seperti IAIN Sunan Ampel Surabaya dan sejenisnya diarahkan ke bidang yang berkaitan tentang penentuan arah kiblat, tafsir hadits dan Al-qur’an dan lain sebagainya.
·         Tantangan : Pelaksananya adalah seluruh mahasiswa yang menerima beasiswa dari KEMENAG RI. Tantangan yang dihadapi adalah terciptanya suasana memperlihatkan kualitas dari mahasiswa yang berasal dari masing-masing perguruan tinggi dalam menjalankan kegiatan ini. Kurang lengkapnya sarana dan prasarana pondok pesantren yang menyebabkan mahasiswa mempersiapkan dan membawa sendiri perlengkapan yang dibutuhkan dalam kegiatan ini. Misalnya dalam pelatihan pengelolaan website dengan sasaran staf Tata Usaha dan pembuatan modul pembelajaran multimedia sasarannya guru pondok pesantren, mengalami kekurangan jumlah komputer sehingga dalam pelaksanaannya dilakukan penjadwalan peserta agar dapat menjangkau seluruh peserta. Begitu pula pada saat simulasi praktikum sederhana, beberapa pondok pesantren tidak memiliki laboratorium untuk melakukan praktikum sehingga mahasiswa membawa sendiri perlengkapan yang dibutuhkan untuk simulasi tersebut.
·         Hasil : Pada social project ini tidak semua bentuk kegiatan yang dilakukan oleh mahasiswa mempunyai hasil yang langsung dirasakan oleh pondok pesantren. Bentuk kegiatan yang dirasakan langsung oleh pondok pesantren adalah hasil dari pelatihan pengelolaan website yaitu berupa pondok pesantren tersebut paham cara mengelola website sebagai sarana pewacanaan pondok pesantren tersebut ke khalayak umum. Dan hasil pada pelatihan pembuatan modul pembelajaran multimedia yaitu para peserta pelatihan guru pondok pesantren mampu membuat modul pembelajaran multimedia yang sangat membantu dalam proses kegiatan belajar mengajar di pondok pesantren sehingga para santri dapat memahami dengan mudah penjelasan yang diberikan oleh guru. Adapun bentuk kegiatan lainnya tidak dirasakan secara langsung oleh pondok pesantren. Misalnya pada kegiatan simulasi praktikum sederhana, peserta santri hanya sekedar mengetahui tentang teknis pelaksanaan praktikum tetapi tidak dapat menerapkan secara langsung di pondok pesantren.

6.      kesenian apa yang kamu tampilkan di cultural performance nanti?

Puisi dan menyanyi

Deklarasi
Saya mendeklarasikan bahwa informasi yang telah saya berikan di form pendaftaran ini benar.
Warning: Jika kamu memasukkan rincian keterangan yang salah, panitia bisa mendiskualifikasi dari rekruitmen, atau jika telah terpilih, seketika itu akan dikeluarkan.

Tanda Tangan




Tanggal
 10 November 2011

Salim
Mahasiswa Biologi ITS Surabaya
1508100703
Menteri Dalam Negeri BEM FMIPA ITS Surabaya 2010/2011
Penerima Beasiswa PBSB Nasional Kementerian Agama RI
Participant Young Leaders Summit 2011 On Changing Indonesia
Anggota Indonesian Future Leader

Tidak ada komentar:

Posting Komentar