Rabu, 28 September 2011

Titipan Hatiku

Ada saatnya berjumpa dan,
Ada pula saatnya tuk berpisah
Tapi perasaan ini tak jua dapat jawaban
Semoga kau paham dengan isi hatiku
Seolah menelan pil pahit tanpa air

Makasih sudah menjadi bagian terindah
Bagian terindah selama di tanah kelahiranku
Banyak harapan yang aku titipkan padamu
Banyak pula pilu hati yang tergores saat itu
Ku titipkan hatiku padamu di tanah kelahiranku
Jangan kau campakkan titipanku

Semoga kau dapat menjaga keutuhan hati yang ku titipkan
Dan kan ku ambil kembali kelak padamu
Kelak aku kembali ke tanah kelahiranku tahun depan
Dan ku harap kau menjadi pasangan hatiku seutuhnya

Salam Sang Pujangga Coklat
A . F . I . S .

Jumat, 22 Juli 2011

Menteri Dalam Negeri BEM FMIPA ITS 2010 - 2011 = TEKANAN

Assalamu alaikum wr. wb.

kembali lagi bersama saya para pencinta blogger,,,
saya akan sedikit curhat tentang apa yang saya rasakan selama 1 tahun menjabat sebagai Menteri Dalam Negeri (MENDAGRI) BEM FMIPA ITS 2010 - 2011.

Pada saat awal saya ditunjuk sebagai MENDAGRI, saya merasa jabatan itu merupakan suatu titik awal karir gemilang sebagai seorang mahasiswa di lingkungan FMIPA ITS. Hal tersebut saya rasakan karena ketika saya mencalonkan diri sebagai Ketua HIMABITS 2010-2011 (KAHIMABITS 2010-2011) kurang beruntung karena kalah dalam pemungutan suara. Oleh karenanya ketika tawaran sebagai MENDAGRI BEM FMIPA ITS datang pada saya, saya meminta izin kepada KAHIMABITS terpilih untuk mengizinkan saya kembali ke BEM FMIPA. KAHIMABITS pun dengan berat hati melepaskan saya ke BEM FMIPA untuk berbagi kader. Apa tang saya tulis diatas merupakan suatu latar belakang serba-serbi saya dalam memilih BEM FMIPA sebagai organisasi yang saya pilih selama 1 tahun pengabdianku di Organisasi Kemahasiswaan (ORMAWA) di lingkup ITS pada tahun ketigaku di ITS.

Setelah saya secara resmi menerima tawaran sebagai MENDAGRI BEM FMIPA ITS 2010-2011, saya memulai rutinitas kegiatan layaknya seorang menteri pada awal kepengurusan suatu organisasi. Layaknya seorang menteri pada umumnya, saya mulai merancang Program Kerja (PROKER) yang akan dijalankan selama 1 periode kepengurusan DAGRI BEM FMIPA. Pada awal saya menjabat, saya merasakan enjoy-enjoy saja. Akan tetapi lambat laun saya mulai menghadapi beberapa permasalahan yang saya sendiri tidak tahu darimana akar permasalahan itu. Ditambah lagi ada tekanan dari segelintir rakyat (warga) FMIPA yang merasa bahwa dirinya kritis akan dinamika yang terjadi di BEM FMIPA. Masalah yang datang silih berganti, mulai dari masalah intern maupun ekstern BEM FMIPA.

Singkat cerita, sekarang sudah memasuki diakhir kepengurusan BEM FMIPA ITS. Kabar akan dilaksanakannya Kongres FMIPA pun belum jelas kapan. Banyak hal dan pengalaman yang saya dapatkan selama 1 tahun di BEM FMIPA tahun ini. Semoga diakhir kepengurusan ini dapat berjalan lancar. AMIIIN.....

Semoga sedikit curhatanku ini tidak mengurangi semangatku dalam menjalani sisa waktu kepengurusan BEM FMIPA. AMIIIN.....

DAGRI.....
INTEGRITAS DIATAS SEGALANYA.....


SALIM
1508 100 703
Menteri Dalam Negeri BEM FMIPA ITS 2010 - 2011

Jumat, 24 Juni 2011

Menjelang pulkam 2011

hay hay hay semua penggemar blogger.....
berjumpa lagi dengan saya....
Kali ini saya tiddk akan menulis artikel-artikel tentang mahasiswa dan hal-hal yang berbau gerakan mahasiswa.....
Kali ini saya akan sedikit memberikan curahan hatiku tentang apa yang saya rasakan menjelang kepulanganku ke kampung halaman di kota Palu, Sulawesi Tengah.
Dalam rencana kepulanganku tahun ini saya tidak sama dengan tahun-tahun sebelumnya. Tahun ini saya pulang kampung tidak hanya dalam rangka liburan tetapi juga ada agenda akademik yang harus saya laksanakan di kampung halamanku tercinta, yaitu menjalankan Kerja Praktek (KP) demi menuntaskan salah satu syarat dalam menyelesaikan beban SKS pada tahap Sarjana di Jurusan Biologi FMIPA Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya. Tahun ini saya melaksanakan Kerja Praktek di Dinas Kelautan Perikanan (DKP) Propinsi Sulawesi Tengah yang beralamat di jl. Undata No.7 Palu yang tepatnya berada di belakang Rumah Sakit Undata Palu. Alasan utama saya memilih DKP SULTENG sebagai tempat KP saya adalah karena saya bisa sekalian pulang kampung dan bertemu melepas kangen dengan kedua orang tuaku. Dan juga saya berpendapat bahwa kalau saya memilih tempat KP yang lain saya akan terbentur fasilitas-fasilitas penunjang dalam pelaksanaan KP. Yang saya maksud fasilitas pendukung disini adalah fasilitas seperti tempat tinggal, transportasi, uang, kebutuhan makan dan lain-lain lagi. Mengingat saya memulai KP dari tanggal 7 Juli 2011 yang akan dilakukan selama 1 bulan sampai tanggal 7 Agustus 2011. Mengingat bahwa tanggal 7 Agustus 2011 itu sudah masuk bulan Ramadhan (bulan puasa). Oleh karenanya saya memutuskan untuk melakukan KP di kampung halaman sendiri, karena kalau di kampung halaman sendiri insyaALLAH segala fasilitas penunjang tersebut dapat terpenuhi oleh kedua orang tuaku. Maklum lah kan saya belum sepenuhnya lepas biaya hidup dari kedua orang tua, masih mengharapkan sokongan dana dari kedua orang tua.

Salim
1508 100 703
Menteri Dalam Negeri BEM FMIPA ITS 2010/2011

Selasa, 17 Mei 2011

Knowledge-Based Student Movement

Sebagai seorang yang mengaku sebagai insan akademis, mahasiswa berada pada posisi untuk mempertanggungjawabkan kata “akademis” yang melekatnya padanya. Kata akademis ini dekat dengan sesuatu yang berdasarkan data, fakta dan kebenaran ilmiah. Dengan kata lain, mahasiswa dituntut untuk memiliki cara pikir, kebijaksanaan dan perilaku yang menggambarkan bahwa dirinya adalah seorang yang memang insan akademis. Kata Mahasiswa pun sejatinya dekat dengan semangat untuk menuntut ilmu, sehingga tak dapat di pungkiri lagi bahwa mahasiswa harus mampu membuktikan kapasitasnya dalam ekspresi dan aktualisasi ilmu pengetahuan.
Begitu pula dalam hal pergerakannya, baik dalam gerakan politik maupun sosial. Ilmu pengetahuan tidak bisa dilepaskan begitu saja. Mahasiswa bergerak dengan kebenaran ilmiah yang di dilandasi dengan nurani untuk membela rakyat. Gerakan mahasiswa tidak bisa lagi hanya sekedar gerakan spontan, melainkan menjadi gerakan terencana dan terukur. Dengan itu mahasiswa tidak akan terkesan sekedar menjadi “latah opini” tetapi justru sebagai ahli rekayasa opini.
Knowledge-based movement, dimana gerakan yang dilakukan mahasiswa berbasis ilmu pengetahuan, intelektualitas dan basis kompetensi. Knowledge ini kemudian di transformasikan menjadi sebuah gerakan yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat dan advokasi kebijakan publik. Knowledge-based movement ini bergerak dengan mengandalkan tiga modal utama, yakni modal manusia, modal struktur, dan modal jaringan.
Modal manusia sangat berperan dalam menggunakan knowledge itu sendiri. Gerakan mahasiswa tak bisa di pungkiri terdiri dari insan manusia yang memiliki ilmu pengetahuan dan kompetensi. Selain itu mahasiswa juga memiliki kemampuan khusus yang spesifik dan juga sofskill yang diharapkan mampu mendukung gerakan seperti kemapuan lobi, memimpin, entrepreneur, manajerial, dan bidang-bidang lain sesuai dengan kompetensi disiplin ilmu masing-masing. Terakhir, sebagai bentuk keluaran dari pengetahuan yang dimiliki oleh mahasiswa, perilaku yang dimiliki juga mencerminkan seorang yang berkarakter, seperti jujur, tanggung jawab, visioner, disiplin, ulet dan memiliki daya juang. Modal manusia adalah modal terbesar yang perlu dimiliki gerakan mahasiswa yang berbasis pengetahuan. Untuk itulah dibutuhkan pembinaan yang terstruktur dan berkelanjutan. Pembinaan antar generasi ini perlu di dukung dengan knowledge management yang baik. Sehingga proses transfer pengetahuan dan pengalaman bisa terjalin dengan baik.
Modal kedua adalah modal struktural atau yang terkait dengan institusi atau organisasi mahasiswa  itu sendiri. Bentuk dari organisasis sangat mungkin bervariasi. Namun demikian organisasi yang berbasiskan pengetahuan tentu memiliki keluaran organisasi yang jelas dan mampu dipertanggung jawabkan. Untuk itu pengetahuan yang dimiliki oleh sebuah organisasi -baik itu yang masih dalam bentuk kajian atau sudah merupakan kesimpulan- perlu untuk di publikasi secara berkala untuk proses diseminasi pengetahuan yang dimiliki oleh organisasi tersebut. Bentuk publikasi bisa dalam bentuk tulisan di media, jurnal, karya tulis, atau seminar terbuka.  Sistem di dalam organisasi pun perlu dikembangkan dengan  profesionalitas, pengelolaan sistem informasi yang handal dan skema entrepreneurship dalam pengembangan organisasi. Budaya pengetahuan ini juga bisa dicerminkan oleh organisasi, dimana nilai disiplin, saling menghormati, kerjasama dan menjunjung etika menjadi budaya yang terinternalisasi dengan baik di dalam organisasi.
Modal terakhir adalah modal jaringan. Di masa globalisasi seperti saat ini, pihak yang memiliki jaringan yang kuat akan memenangi persaingan. Gerakan mahasiswa juga bertumpu pada jaringan yang kuat. Jaringan ini bisa dalam bentuk kerjasama, kemitraan, pertukatan informasi dan pengetahuan, dan undangan untuk menghadiri pertemuan atau seminar. Jaringan yang dimiliki tentu dengan berbagai skala, baik lokal, regional, nasional dan internasional. Kekuatan  jaringan ini akan memberikan reputasi atau pengakuan berbagai pihak. Tentu hal ini menjadi modal besar untuk meningkatkan posisi tawar gerakan mahasiswa. Terakhir, bagaimana dengan jaringan yang dimiliki, gerakan mahasiswa mampu memanfaatkan potensi yang dimiliki oleh relasi jaringannya.
Ketiga modal ini menjadi kebutuhan yang perlu di penuhi untuk mengoptimalkan gerakanberbasis pengetahuan. Dengan adanya modal-modal ini gerakan mahasiswa akan menemui performansi yang baik dalam melakukan ekskalasi.

Salim
1508 100 703
Menteri Dalam Negeri BEM FMIPA ITS 2010-2011