Sabtu, 26 Februari 2011
Sekilas Rumput Laut
Rumput laut termasuk kelompok tumbuhan algae yang berukuran besar, dalam artian dapat terlihat dengan mata biasa tanpa alat pembesar dan bersifat bentik atau tumbuh menancap atau menempel pada suatu substrat di perairan laut. Algae yang disebut rumput laut ini umumnya terdiri dari kelompok algae merah (Rhodophyceae), algae coklat (Phaeophyceae) dan algae hijau (Chlorophyceae). Ketiga kelompok ini yang tumbuh di laut diperkirakan ada sekitar 9000 jenis yang masing-masing adalah sekitar 6000 jenis Rhodophyceae, 2000 jenis Phaeophyceae dan 1000 jenis Chlorophyceae.
Pertumbuhan dan penyebaran rumput laut sangat tergantung dari faktor-faktor oseanografi (fisika, kimia dan pergerakan atau dinamika laut) serta jenis substrat dasarnya. Untuk pertumbuhannya, rumput laut mengambil nutrisi dari sekitarnya secara difusi melalui dinding thallusnya.
Penggolongan Rumput Laut
Penggolongan Rumput Laut berdasarkan Kandungan Pigmen
Berdasarkan kandungan pigmennya, rumput laut dikelompokkan menjadi 4 kelas (Othmer, 1986) yaitu : Rhodophyceae (ganggang merah), Phaeophyceae (ganggang cokelat), Chlorophyceae (ganggang hijau), Cyanophyceae (ganggang biru hijau). Beberapa jenis rumput yang bernilai ekonomi sejak dulu sudah diperdagangkan yaitu Eucheuma sp., Hynea sp., Gracillaria sp., dan Gelidium sp., dari kelas Rhodophyceae serta Sargassum sp., dari kelas Phaeophyceae. Rumput laut kelompok merah memiliki pigmen dominan fikoeretrin (phycoerethrin) dan fikosianin (phycocyanin) yang menimbulkan warna merah, walaupun pada kenyataannya di alam menunnjukkan variasi warna lain seperti hijau, ungu dan coklat tua karena sifat adaptik kromatiknya. Sebagai indikasi bahwa itu adalah rumput laut merah, yaitu apabila terjemur sinar matahari akan tampak berubah warna asalnya menjadi merah-ungu, kemudian menjadi putih karena kehilangan pigmennya. Pigmen yang dominan pada rumput laut kelompok coklat adalah fucoxantin, sedangkan pigmen yang dominan pada rumput laut kelompok hijau adalah klorofil b (Chlorophyl b).
Penggolongan Rumput Laut Berdasarkan Kandungan Koloid
Pengelompokkan lain adalah berdasarkan kandungan koloidnya. Ada kelompok rumput laut penghasil agar (senyawa polisakarida sulfat bersifat koloid) yang biasa disebut agarofit antara lain Gracilaria (rambu kasang) dan Gelidium (kades). Rumput laut seperti Eucheuma (agar-agar kasar, agar-agar patah tulang) dan Kappaphycus (cottonii) lainnya adalah termasuk kelompok penghasil karaginan (berupa garam sodium, kalsium dan potasium dari senyawa polisakarida sulfat asam karaginat) yang disebut karaginofit. Kelompok lainnya yaitu alginofit adalah penghasil alginat (garam kalsium, kalium, natrium dan magnesium dari senyawa polisakarida asam alginik), termasuk ke dalamnya antara lain Sargassum (oseng) dan Turbinaria.
Penamaan Rumput Laut
Pengelompokkan dan penamaan rumput laut secara ilmiah berdasarkan jenjang taksonomiknya diatur secara rinci dalam Kode Internasional Nomenklatur Botani. Nama ilmiah (scientific name) rumput laut yang biasanya ditulis dalam bahasa latin adalah berlaku (valid) secara universal di seluruh dunia. Selain itu ada juga nama rumput laut yang bersifat lokal (vernacular name) berdasarkan kelaziman di suatu daerah dengan menggunakan bahasa daerah masing-masing. Di Indonesia misalnya ada rumput laut yang nama ilmiahnya Gracilaria memilki nama lokal yang berbeda-beda di setiap daerah, ada yang menyebut rambu kasang (di Jawa), bulung sangu (di Bali), sango-sango/dongi-dongi (di Sulawesi) dan janggut dayung (di Bangkok). Ada juga nama rumput laut yang telah populer dalam dunia perdagangan internasional, misalnya “cottonii” untuk sebutan rumput laut yang nama ilmiahnya Kappaphycus dan nori untuk rumput laut Porphyra dari Jepang.
Kandungan Rumput Laut
Rumput laut yang banyak dimanfaatkan adalah dari jenis ganggang merah (Rhodophyceae) karena mengandung agar-agar, keraginan, porpiran, furcelaran maupun pigmen fikobilin (terdiri dari fikoeretrin dan fikosianin) yang merupakan cadangan makanan yang mengandung banyak karbohidrat. Tetapi ada juga yang memanfaatkan jenis ganggang coklat (Phaeophyceae). Ganggang coklat ini banyak mengandung pigmen klorofil a dan c, beta karoten, violasantin dan fukosantin, pirenoid, dan lembaran fotosintesa (filakoid). Selain itu ganggang coklat juga mengandung cadangan makanan berupa laminarin, selulose, dan algin. Selain bahan-bahan tadi, ganggang merah dan coklat banyak mengandung yodium.
Salim
1508 100 703
Menteri Dalam Negeri BEM FMIPA ITS 2010-2011
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar