Kamis, 08 Maret 2012

LATAR BELAKANG INDONESIAN YOUNG HEROES (IYH)

Secara demografis, saat ini jumlah penduduk Indonesia kurang lebih 250 juta jiwa. Dari jumlah tersebut lebih dari 90 juta jiwa masuk dalam kategori usia 15-30 tahun. Fakta tersebut menunjukan bahwa usia anak, remaja dan pemuda di Indonesia mempunyai jumlah yang sangat signifikan secara kuantitatif, namun tidak secara kualitatif. Partisipasi mereka dalam berbagai bidang masih belum maksimal. Permasalahan paling utama yang dihadapi oleh mereka saat ini adalah posisi yang masih dalam usia produktif untuk belajar. Disamping itu, ruang-ruang yang disediakan untuk pengembangan pengetahuan dan keterampilan masih sangat kurang, sehingga kreatifitas, inovasi dan progresifitas yang dimiliki tidak maksimal dan masih jauh dari yang diharapan.
Situasi tersebut tentunya sangat mengkhawatirkan bagi masa depan bangsa Indonesia. Sumber daya manusia usia 15-30 adalah generasi bangsa yang merupakan aset paling berharga bagi Indonesia yang berkemajuan dan berperadaban. Dalam hal ini salah satu indikator dari suatu negara yang sejahtera adalah ketika generasi muda secara komprehensif memperoleh hak dan kewajibannya diberbagai bidang yang sesuai dengan posisi dan perannya. Hal ini tentunya menjadi tantangan bangsa Indonesia ke depan dalam mengelola. Hal ini tentunya harus diperhatikan dan masuk dalam rencana pembangunan manusia suatu negara. Permasalahannya saat ini adalah posisi dan peran mereka masih jauh dari ideal, sehingga problem yang muncul adalah sisi negatif yang terjadi secara faktual.
Berdasarkan permasalahan tersebut, gagasan untuk mendorong terciptanya pemenuhan terhadap hak-hak dan kewajiban mereka diperlukan berbagai langkah solutif dan konkrit. Sekelompok anak muda yang mempunyai kesadaran dan kepedulian terhadap situasi tersebut terpanggil untuk melakukan langkah konkrit, khusunya untuk menjadi mediator dan fasilitator dalam melakukan penyadaran, pendidikan, pelatihan dan advokasi terhadap kelompok tersebut sebagai bagian dari salah satu bentuk pemberdayaan. Dalam mencapai cita-cita tersebut langkah pertama adalah membuat suatu wadah organisasi yang dapat menjadi ruang kreasi bagi semua anak muda di Indonesia. Organisasi Indonesian Young Heroes (IYH) didirikan sebagai ruang bagi generasi muda Indonesia, khususnya yang berusia 15-30 tahun untuk berpartisipasi aktif dalam berbagai kegiatan sesuai dengan potensi, hobi, pengetahuan, keterampilan dan cita-citanya. Beragam aktivitas dalam bidang bidang pendidikan, kesehatan, lingkungan, kewirausahaan, kebudayaan, ekonomi kerakyatan, keamanan dan ketahanan, dan sosial kemasyarakatan. Semua aktivitas tersebut dituangkan sebagai sebuah gagasan besar untuk menciptakan kondisi yang kondusif dikalangan generasi muda Indonesia. Saya meyakini bahwa seandainya kondisi tersebut terwujud, maka kualitas sumber daya manusia, khususnya generasi muda Indonesia akan memiliki profesionalitas dengan pengetahuan mendalam dan keterampilan yang handal, sehingga mampu berkompetisi di tingkat nasional dan internasional.

Indonesian Young Heroes (IYH)

  • Awal Inspirasi
Awal mula yang menginspirasi saya untuk mendirikan suatu organisasi kepemudaan ini yaitu ketika saya mengikuti program Young Leaders Summit (YLS) 2011 di Bogor pada awal desember 2011 lalu. Young Leaders Summit (YLS) adalah sebuah program yang menaungi para pemimpin muda seluruh Indonesia untuk bertukar ide dan gagasan agar dapat saling belajar dalam pengabdian masyarakat. Tujuan utama program ini adalah menjaga keharmonisan dalam perbedaan budaya, bangsa dan agama. Sekitar 200 pemimpin muda mewakili beragam organisasi dan komunitas di seluruh Indonesia menghadiri acara besar berskala nasional tersebut. Mereka memaparkan pengalaman terbaiknya dalam pengabdian masyarakat, wirausaha sosial dan berbagai ide inovatif dalam membangun karakter bangsa ini. Di program tersebut saya berjumpa dengan mahasiswa-mahasiswa penggerak berbagai organisasi kepemudaan dan mampu berkiprah sampai ke tingkat nasional bahkan telah membuka cabang organisasi mereka di berbagai kota di Indonesia. Beberapa organisasi yang telah didirikan yaitu seperti Indonesian Future Leaders (IFL), United Peace and Care (UNIPEC), Green and Clean Community (GCC), Global Peace Volunteer (GPC), Garuda Youth Community (GYC), Indonesian Student Job (IDStudjob), Koalisi Pemuda Hijau Indonesia (KOPHI), Student of Volunteer (SoV) dan masih banyak lagi.
  • Langkah Awal Inisiasi Pembentukkan
Indonesian Young Heroes (IYH) adalah sebuah organisasi nirlaba yang bergerak pada upaya pemberdayaan pemuda Indonesia untuk perubahan sosial khususnya di bidang pemberdayaan pemuda, sosial masyarakat dan sosial lingkungan. Indonesian Young Heroes (IYH) sebagai sebuah Lembaga Swadaya Masyarakat yang digerakkan oleh kamu pemuda yang memiliki rasa kepekaan terhadap sekitarnya. Saya percaya bahwa untuk memajukan Indonesia, bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tapi seluruh elemen masyarakat, termasuk pemuda. Sejarah membuktikan bahwa pemuda adalah elemen penting dalam mencapai kemerdekaan, dan juga dalam menggulirkan perubahan bagi bangsa ini. Perubahan zaman yang berdampak pada kemajuan di berbagai aspek, diyakini sebagai sebuah tantangan dan juga peluang bagi mereka untuk berbuat sesuatu untuk memajukan bangsa, melalui peningkatan kapasitas kaum muda sebagai penerus estafet (Agent of Change).
Untuk membawa perubahan, dibutuhkan wadah yang dapat menampung gagasan dan pemikiran, serta menjadi kendaraan dalam melakukan aksi, dan memberikan dampak bagi masyarakat. Melalui Indonesian Young Heroes (IYH), diharapkan akan lahir generasi muda Indonesia yang berkualitas dan berdampak bagi perubahan positif di masyarakat, sehingga kaum muda tidak hanya menjadi objek dari pembangunan, tapi juga menjadi motor penggerak dari pembangunan.
Grand Design Indonesian Young Heroes (IYH)
Melalui Indonesian Young Heroes (IYH) kita akan mencoba menggugah rasa kepedulian kita terhadap lingkungan sekitar. Garis besar haluan kegiatan berdasar pada nilai:
  1. Capacity Building, melakukan pembangunan kapasitas dan skills di berbagai bidang kepada anak muda di berbagai daerah di Indonesia. Misalnya melalui kunjungan ke sekolah, seminar publik mengenai soft skill, dan juga pemahaman mengenai isu-isu sosial dari pakar dan tokoh-tokoh yang berpengalaman, mengikutsertakan pemuda dalam berbagai konferensi atau pelatihan, menyelenggarakan kompetisi untuk mengasah kemampuan para pemuda, dll. Melalui capacity building, memberikan pembekalan kepada kaum muda tentang bagaimana mengelola proyek sosial dan juga pembekalan pengetahuan tentang berbagai isu yang sedang berkembang di Indonesia.
  2. Community Development, melakukan kegiatan-kegiatan sosial, dan pemberdayaan masyarakat dengan harapan, dapat memberikan dampak kepada masyarakat secara langsung. Melalui ini, berharap dapat menumbuhkan kepedulian dan kesadaran generasi muda atas tantangan sosial yang ada di sekitarnya, dan dapat melakukan sesuatu guna menyelesaikan persoalan-persoalan tersebut. Misalnya melalui program belajar-mengajar (peer mentoring system), fundraising, dll.
  • Garis Besar Organisasi
Seperti yang telah saya jelaskan di atas bahwa Indonesian Young Heroes (IYH) akan bergerak di bidang pemberdayaan pemuda, sosial masyarakat dan sosial lingkungan. Dalam penigkatan kapasitas bangsa tidak hanya menjadi tanggung jawab dari pihak pemerintah, tetapi sebagai bangsa yang baik kita juga turut berpartisipasi aktif dalam melakukan perubahan dengan meningkatkan sumberdaya bangsa Indonesia. Atas dasar kepekaan terhadap sesama kita mulai melakukan perubahan demi terwujudnya Millenium Development Goals (MDGs). Adapun beberapa garis-garis besar yang akan dijadikan rancangan dalam pergerakan organisasi kedepannya, yaitu:
  1. Youth Development, Merupakan suatu usaha dan adanya upaya untuk meningkatkan kualitas kaum pemuda yang dimana kaum pemuda merupakan penerus tongkat estafet bangsa Indonesia (Agent of Change). Misalnya melalui suatu kegiatan pelatihan-pelatihan kepemimpinan (leadership training), sumbangan buku-buku pelajaran dari dan untuk pemuda, dll
  2. Social Responsibility, yaitu suatu bentuk kepedulian kita terhadap keadaan sosial masyarakat di lingkungan sekitar kita. Melalui hal ini kita akan menggali rasa sosial terhadap masyarakat misalnya dengan mengadakan bimbingan belajar (tutuorial), sumbangan dana dan relawan pada masyarakat yang terkena bencana, mendirikan rumah baca bagi anak-anak kurang mampu, dll.
  3. Environmental Responsibility, merupakan suatu gerakan kegiatan tanggap terhadap adanya pergeseran perubahan lingkungan karena adanya tindakan yang merugikan sesama masyarakat. Misalnya melalui gerakan pembersihan saluran-saluran aliran air perkotaan yang banyak di genangi oleh sampah yang dapat menyebabkan banjir, adanya penebangan pohon yang dapat menyebabkan pemanasan global, dll.

Mimpi Besarku

hay blogger mania, apa kbar kalian hari ini???
semoga masih dalam keadaan baik-baik saja, dan selalu dalam lindungan ALLAH SWT. AMIIN !
Sesuai dengan judul tulisanku diatas, kali ini saya akan membahas tentang salah satu mimpi besarku. Tentunya setiap orang bebas untuk memimpikan suatu hal sesuai dengan kehendaknya, begitu pula diriku sendiri. Kali ini, salah satu mimpi besarku yang akan saya bagikan dengan teman-teman semua adalah mengenai cita-cita untuk melanjutkan studi strata 2 (S2) di luar negeri yaitu di Departement of Marine Technology, The University of Newcastle, England. Mungkin terdengar seperti suatu cita-cita yang mustahil atau sangat sulit untuk dapat terkabulkan. Mungkin itu hanya pendapat orang-orang yang mudah untuk berputus asa atau orang-orang yang pesimis akan cita-citanya.
Ketika saya Aliyah (SMA) dulu saya bercita-cita untuk melanjutkan studi Strata 1 (S1) saya di Jawa Timur. Harus di akui bahwasanya Jawa Timur adalah salah satu propinsi yang dijadikan tolok ukur mutu pendidikan di Indonesia. Ketika itu saya mungkin hanya berspekulasi untuk dapat melanjutkan kuliah S1 saya di Jawa Timur. Saya terus berusaha untuk dapat mewujudkan mimpi saya itu, dan ALLAH SWT menunjukkan kuasanya kepada saya. AlhamduliLLAH ALLAH memilih Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya atau yang lebih di kenal dengan ITS Surabaya sebagai tempat saya menuntut ilmu. Bahkan ALLAH memberikan saya suatu anugerah terindah yaitu saya melanjutkan kuliah di ITS Surabaya dengan predikat beasiswa prestasi Nasional dari Kementerian Agama (KEMENAG) RI. Suatu anugerah yang amat tak ternilai harganya bagi diriku ini.

Kali ini saya mempunyai mimpi besar berikutnya yaitu melanjutkan studi S2 saya di Departemen Teknologi Kelautan, Universitas Newcastle Inggris. Departemen Teknologi Kelautan Universitas Newcastle Inggris merupakan departemen yang sangat terkenal di dunia untuk spesifikasi tentang teknologi kelautan. Saya yakin bahwasanya suatu saat nanti saya akan menjadi salah satu dari alumni Universitas Newcastle tersebut. Saya sangat senang segala sesuatu yang berhubungan dengan ilmu kelautan. Indonesia merupakan negara maritim, dan Indonesia sangat membutuhkan banyak tenaga ahli di bidang kelautan. Hal tersebutlah yang membuat saya merasa bahwa di bidang kelautanlah sebaiknya saya mengasa potensi diriku.
Saya yakin bahwa saya dapat menggapainya. Semoga dengan usaha keras dan doa' sebagai kunci utama bagi saya untuk mencapai salah satu dari mimpi besarku ini.
AMIIN YAA ALLAH :)

Salim
1508 100 703
Menteri Dalam Negeri BEM FMIPA ITS Surabaya 2010/2011

Jumat, 02 Maret 2012

Sekilas Perjalananku di Indonesian Young Changemakers Summit (IYCS) 2012

kembali lagi bersama saya wahai blogger mania
kali ini saya akan berbagi cerita tentang perjalananku dalam konferensi pemuda Indonesian Young Changemakers Summit (IYCS) 2012 di Bandung, Jawa Barat. Pendaftaran IYCS 2012 di bagi dalam 3 batch, dan AlhamduliLLAH setelah saya mendaftar dan saya dinyatakan lolos dalam batch 1. Kuota tiap batch berbeda-beda, batch 1 sebanyak 30 observer, batch 2 sebanyak 40 observer dan batch 3 sebanyak 40 observer dengan jumlah 100 observer. Saya dinyatakan lolos sebagai Observer asal Sulawesi Tengah bersama denga teman saya Ragwan Alaydrus. Ragwan mahasiswa asal Sulawesi Tengah yang sedang melanjutkan studi S1 di UIN Maulana Malik Ibrahim Malang.
Walaupun jumlah Observer Sulawesi Tengah termasuk jumlah yang minoritas tapi tidak mengurangi semangat saya untuk terus berkarya. Untuk bisa menjadi observer di IYCS 2012, kita harus sudah melakukan suatu social project di lingkungan. Dan social project yang sudah saya lakukan adalah mengenai "Pemberdayaan dan Peningkatan Mutu Pondok Pesantren". Kegiatan tersebut saya lakukan setiap tahunnya bersama-sama dengan teman ITS Surabaya lainnya setiap tahunnya. Kegiatan tersebut saya mulai dari tahun 2007 sampai sekarang di berbagai pondok pesantren di sekitar Jawa-Bali. Dimulai pada desember 2007 di Bandung Jawa Barat, lanjut pada desember 2008 di Pondok Pesantren Al-hikmah Brebes Jawa Tengah, kemudian pada januari 2010 di Pondok Pesantren Al-yasini Pasuruan Jawa Timur, lalu pada awal Februari 2011 di Jembrana Bali (saya lupa nama pondok pesantrennya), yang terakhir dan belum lama ini saya lakukan yaitu di Pondok Pesantren Nurul Ummah Pacet Mojokerto Jawa Timur. AlhamduliLLAH melalui social project itu sangat membantu pihak pondok pesantren tersebut. Banyak hal positif yang pondok pesantren rasakan atas kedatangan kami.

Kembali lagi ke IYCS 2012

Walaupun sempat ketinggalan kereta api, AlhamduliLLAH saya masih dapat tiket kereta api keesokan harinya.
Saya sampai di Bandung jam 8 malam dan saya sudah tidak sempat ikut dalam acara Opening Ceremony IYCS 2012. Keesokan harinya, acara IYCS 2012 diawali dengan olahraga pagi bersama dengan Pak Dahlan Iskan (Menteri BUMN RI) di Sasana Olahraga Ganesha (SARAGA) Bandung, kemudian dilanjutkan dengan acara di Gedung Merdeka dan Museum Konferensi Asia Afrika (MKAA) Bandung. Diawali dengan Road to MKAA di pandu oleh Volunteer MKAA, kemudian dilanjutkan dengan sambutan-sambutan oelh tokoh-tokoh nasional maupun internasional.
Sambutan pertama diawali oleh Goris Mustakim (Ketua Panitia IYCS 2012), lalu video keynote speech dari Prof. Mohammad Yunus asal Bangladessh (Peraih Nobel Perdamaian dari Bangladesh dan Pendiri Grameen Bank), lalu futurolog speech dari Pak Anies Baswedan (Rektor Universitas Paramadina Jakarta dan Pendiri Gerakan Indonesia Mengajar). Diakhir acara sambutan-sambutan tersebut, saya dipilih untuk mewakili observer untuk berfoto bersama dengan tokokh-tokoh nasional tersebut.

Teman-teman blogger, sampai disini dulu cerita saya. Saya mau siap-siap sholat Jum'at dulu, nanti saya sambung lagi teman-teman blogger :)
KEEP MOTIVATION FRIENDS

Salim Bachmid
1508100703
Menteri Dalam Negeri BEM FMIPA ITS Surabaya 2010/2011
Alumni Young Leaders Summit 2011
Observer Indonesian Young Changemakers Summit 2012

Sabtu, 25 Februari 2012

Senin, 23 Januari 2012

Modernisasi dan Pesantren

Berbicara tentang tradisi pesantren pasti yang pertama tersirat dalam benak kita adalah gambaran pesantren itu kolot, kuno dan mungkin terbelakang. Untuk sementara kita terima pandangan seperti itu, karena pandangan yang seperti itulah yang beredar di masyarakat, akan tetapi opini-opini seperti itu perlahan-lahan akan hilang seiring dengan perkembangan dunia pesantren. Sedikit menengok kebelakang mengenai latar belakang tradisi pesantren. Secara sejarah tradisi pesantren mempunyai andil yang besar dalam perkembangan peradaban dan dunia intelektual di Indonesia. Warisan yang sudah berabad-abad ini diperkirakan sejak tahun 1400 M merupakan ujung tombak pembangunan peradaban Melayu Nusantara yang juga merupakan akar dari peradaban Indonesia.
Tak sedikit tokoh-tokoh baik tokoh ulama, tokoh politik dan pejuang kemerdekaan lahir dari kesederhanaan tradisi pesantren. Dan dari tokoh-tokoh inilah muncul pemikirian dan karya–karya yang menjadi cikal bakal lahirnya perkembangan dunia modern di Indonesia. Rasanya terlalu picik bagi kita memandang tradisi pesantren dengan sebelah mata, tanpa memandang jasa-jasa pesantren. Justru tidak berlebihan bila kita mengatakan bahwa tanpa peran dari dunia pesantren mungkin kita akan sulit berkembang bahkan mungkin sulit untuk mendapatkan kemerdekaan. Negara-negara kolonial penjajah seperti Belanda sudah menyadari dan memperhatikan sepak terjang pesantren, mereka (kolonial penjajah) memahami betul bahwa pesantren merupakan ancaman bagi kolonialisme. Maka dari itu mereka membatasi serta mengawasi aktivitas pesantren dikala itu, sehingga pesantren seakan lumpuh dan tertidur selama penjajahan berlangsung.
Kondisi seperti itu juga masih dialami kalangan pesantren diwaktu kemerdekaan sudah direbut Indonesia dari Belanda, rupanya pemerintah kala itu belum sadar akan potensi dari tradisi pesantren, hingga pesantren mengalami stagnasi. Hal ini di karenakan pemerintah lebih memprioritaskan pada pendidikan formal (sekolah umum), namun tradisi pesantren masih kokoh tetap dalam jalurnya sebagai pencetak santri-santri yang berilmu dan mampu melayani kebutuhan spiritual masyarakat walau tanpa ada sokongan secara resmi dari pemerintah. Awal tahun 2001 pesantren mendapatkan angin segar, karena pemerintah mulai memperhatikan potensi dari dunia pondokan ini (pesantren). Mulai dari sinilah jejak baru meretas di kalangan pesantren, perkembangan-perkembangan dilakukan seiring dengan kebutuhan masyarakat serta sokongan dari pemerintah. Tradisi pesantren yang sebatas mendalami kitab-kitab kuning (kuno) mulai dipadukan dengan ilmu-ilmu umum, kondisi ini diperkuat lagi dengan berdirinya sekolah-sekolah formal di dalam tubuh pesantren, tradisi sarungan dipadukan dengan tradisi berseragam sekolah.
Perkembangan pesantren tidak hanya sebatas di sekolah umum saja, pengakuan alumnus pesantren yang diperkuat dengan SK dari DEPAG (sekarang KEMENAG) mengenai penyetaraan lulusan pesantren dengan sekolah umum membuat alumni pesantren mampu bersaing dengan lulusan sekolah umum untuk memperebutkan kursi belajar di Perguruan Tinggi (PT). Lebih-lebih pesantren mulai memperluas kajian keilmuaanya dengan mendirikan sendiri PT di wilayah pesantren, misalnya Universitas Alkhairaat (UNISA) Palu dan lain sebagainya. Berkembangnya PT di pesantren-pesantren tersebut merupakan perkembangan yang sangat penting bagi perkembangan peradaban Indonesia ke masa depan.
Dengan berkembangannya kampus di pesantren, maka pesantren sebagai benteng identitas tradisi ke-Indonesia-an bangsa juga akan memperkuat perannya dalam pembangunan peradaban Indonesia modern tersebut. Memasuki millennium ketiga, pesantren menjadi perhatian dunia. Tokoh-tokoh dunia yang berpengaruh selalu menyempatkan untuk berkunjung ke salah satu pesantren, contoh: pada bulan maret 2006 Perdana Menteri Inggris Tony Blair ketika berkunjung ke Indonesia dia menyempatkan untuk berdialog dengan para santri di Pesantren Darun Najah Ciledug, Jakarta. Ini membuktikan bahwa eksistensi pesantren sangat berpengaruh dan menjadi perhatian dunia internasional. Peran pesantren dalam upaya menjaga keseimbangan antara dimensi-dimensi ekstrimitas sikap keislaman dengan mayoritas umat Islam di Indonesia yang bersikap tatsamuh dewasa ini terus menguat.
Dalam derasnya arus globalisasi yang berdasarkan semangat modernisasi, eksistensi pesantren sangat diperlukan sekali dalam kemajuan bangsa, mengapa?. Derasnya arus globalisasi dimana dunia seakan tidak memiliki jarak dan waktu lagi, berdampak masuknya budaya-budaya baru terutama budaya barat yang berbeda jauh dengan budaya timur khususnya budaya negri Indonesia. Tanpa fondasi budaya yang kuat, mustahil budaya kita akan bertahan dari gempuran budaya barat yang mengedepankan kebebasan, budaya timur yang terkenal ramah tamah, penuh dengan nilai norma-norma adat dan semangat sikap tatsamuh, akan terkikis habis. Dari sisi inilah peran tradisi pesantren yang masih memegang teguh etika moral dan tradisi warisan turun-temurun bangsa menjadi garda terdepan dalam menghalau derasnya arus modernisasi dan globalisasi, agar modernisasi bisa disaring demi kemajuan bangsa.
            “Di satu sisi tradisi pesantren harus mampu mempertahankan jati diri dan kemandiriannya dalam menghadapi kemajuan modernisasi akan tetapi di sisi lain pesantren harus mampu melayani kebutuhan masyarakat serta menjawab segala bentuk permasalahan dimasyarakat dewasa ini”. Menjadi sebuah tantangan tersendiri bagi tradisi pesantren untuk mempertahankan kemurniannya di dalam hiruk-pikuk persoalam masyarakat di era modernisasi ini, serta menjadi sebuah pekerjaan rumah yang berat bagi pelaku-pelaku tradisi pesantren (pimpinan pesantren, ustadz dan santri). Tradisi pesantren merupakan warisan yang sangat berharga bagi bangsa ini, di saat lembaga pendidikan lain berupaya untuk merubah karakter dirinya sebagai kompensasi dalam mengikuti perubahan modernitas. Tradisi Pesantren tetap lahir dengan jati diri yang utuh dan murni dalam menghadapi modernisasi.
            Oleh karena itu, hemat saya, melalui tulisan ini bukan hanya sekedar menyajikan fakta dan penerangan saja akan tetapi mengajak kita untuk memahami pentingnya peran dari tradisi pesantren dewasa ini, serta mengajak kita untuk tetap mempertahankan tradisi-tradisi yang dimiliki bangsa kita. Dengan membaca tulisan ini pula seakan menyadarkan dan memotivasi saya sendiri yang selama ini menetap serta mengenyam pendidikan dilingkungan pesantren untuk lebih giat kembali memacu prestasi. Dari dasar itu, Maka saya cenderung membahas dala, tulisan ini dari segi transisi pesantren dari tradisi menuju modernisasi. Rasanya sayang bila tulisan ini tidak dijadikan bahan referensi penting bagi pelaku tradisi pesantren, karena saya mencoba memberikan gambaran dan dorongan spirit terhadap perkembangan di dalam dunia pesantren.
            “Tak ada gading yang tak retak” ungkapan ini hanya sebatas mengibaratkan terhadap pembaca, bahwa saya yakin dalam tulisan ini masih banyak penjelasan-penjelasan yang sulit untuk dimengerti dan dipahami, akan tetapi setidaknya mampu memberikan nilai positif bagi pembacanya.

Salim Bachmid
Pendiri dan Ketua Umum Indonesian Young Heroes
Mahasiswa Biologi ITS Surabaya
Menteri Dalam Negeri BEM FMIPA ITS Surabaya 2010/2011
Penerima Beasiswa Prestasi Nasional Kementerian Agama RI
Participant Young Leaders Summit 2011 On Changing Indonesia